Ada yang salah dengan jatuh cinta? Lalu kenapa bila kita sedang mengalami kondisi tersebut? Maksud saya adalah, apakah salah dengan jatuh cinta? Dalam banyak hal Jatuh cinta seperti menjadi sangat memalukan dan kekanak-kanakan. Saya tak setuju itu. Sesungguhnya kita harus merayakan saat-saat jatuh cinta.

Lalu saya liat mural ini di dekat kontrakan saya. Pembuat mural itu adalah seorang pemuda setempat yang konon patah hati karena diputus kekasihnya. Buat saya tak adil melakukan generalisasi terhadap suatu hal dan dibikin saat sedang galau. Emosi selalu membuat pandangan tak jernih dan seringkali berujung pada penyesalan yang pilu.

Lalu saya teringat sebuah puisi liris dari Walt Whitman, seorang pujangga kanon dari Amerika, yang kelak menginspirasi Gie dan Generasi Beat di Amerika. Buat saya, ia adalah salah satu pujangga terbesar Amerika seperti juga Charil Anwar di Indonesia.

Ia membuat puisi yang penuh dengan kegetiran, emosional dan suasana labil. Saya suka puisi yang semacam ini. Puisi yang selalu berusaha jujur dan apa adanya. Sometimes with one I love, ujarnya. I fill myself with rage. Mengisi diri dengan amarah. Sungguh sebuah sikap yang jujur. Inilah yang membuat saya menyukai Whitman sejak pertemuan saya dengan nama besar beliau difilm Dead Poet Society.

Sometimes with one I love,

Sometimes with one I love
I fill myself with rage, for fear I effuse
unreturned love;
But now I think there is no unreturned love
The pay is certain, one
way or another;

(I loved a certain person ardently, and my love was not returned;
Yet out of that, I have written these songs.)

Lalu Kenapa takut jatuh cinta? Bukankah itu semua kodrat?

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here