Sepakat

0
1282

 

Saya dan anda, yang beragama, bersepakat bahwa Syirik adalah dosa besar. Ia tidak bisa diampuni kecuali dengan bertaubat. Tapi kita juga tahu, beragama pun tidak menjamin kita akan masuk surga. Surga adalah hak Tuhan sepenuhnya. Tapi kita juga tahu bahwa murtad adalah dosa, dan hukuman terberat dari murtad, bagi kebanyakan dari kita adalah kematian.

Tapi saya yakin, kita bersepakat satu hal, bahwa murtad tak harus dihukum mati, seseorang bisa saja bertobat dan jika kita percaya konsep Keadilan Ilahi dari Murtadha Mutahhari, maka kita tahu ada keselamatan di luar Islam. Ia adalah hikmah. Dalam sebuah artikel berjudul “Mestikah Bunda Teresa Masuk Neraka”, ia berargumen tentang keadilan Ilahiah, hikmah dan kebesaran tuhan terhadap hambanya.

Tapi apakah dengan membiarkan Syirik dan Orang Murtad tidak berbahaya? Bagaimana jika ia mempengaruhi, merayu, mengajak, atau memanipulasi anak-anak kita, keluarga kita, pacar kita, untuk jadi syirik dan murtad? Apakah tidak sebaiknya orang murtad dan syirik itu dihabisi saja? Atau dipaksa tidak jadi murtad?

Kita tidak khawatir anak kita jadi syirik dan ikut murtad karena kita yakin pada pendidikan anak kita. Kita juga tahu mereka sudah cukup dewasa untuk tahu mana yang baik dan benar, juga salah yang mesti dihindari. Lagipula yang dihukum mati adalah orang murtad yang mengajak pada syirik, jika tidak mengajak menjadi murtad atau syirik ya seharusnya ga apa-apa. Islam itu agama kedamaian, ga ujuk ujuk membunuh atau menghukum tanpa alasan.

Apakah orang murtad akan kita jauhi? Saya kira kita sepakat, mereka berhak hidup dan keputusannya menjadi murtad adalah hak pribadinya. Siapapun berhak menjalani hidup yang ia anggap paling benar, dengan catatan, ia tidak memaksakan jalan hidupnya itu kepada orang lain dengan ancaman atau manipulasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here