Membaca Puasa

2
3379
Sumber Foto: generasibiologi.com
Sumber Foto: generasibiologi.com

Ada beberapa buku yang mungkin akan paling sedap dibaca ketika bulan puasa sedang terjadi. Buku-buku yang menerbitkan minat untuk membatalkan diri lebih tepatnya. Buku ini akan membuat anda mempertimbangkan keimanan. Apakah mesti batal sekarang atau nanti saja usai bedug maghrib.

Selama bulan puasa kita perlu membaca buku yang menantang iman. Enak amat baca sesuatu yang membuat kita jauh dari godaan. Itu seperti ujian ditemani dengan kalkulator, tidak curang, tapi hanya kurang menantang.

Maka diperintahkan kepada kamu baca buku-buku yang enak dibaca dan perlu. Tapi jangan baca catatan pinggir, selain mumet dan tidak penting, ia kini jadi semakin tidak relevan. Ada baiknya kamu juga tidak membaca Dewi Lestari. Bukan, bukan karena karyanya buruk, tapi karena ya buat apa baca bukunya hari ini? Ia semestinya selesai pada buku kedua.

Jangan pula membaca buku puisi Aan Mansyur. Karena di kepalamu akan timbul dilema, Tak Ada New York Hari Ini itu ditulis Rangga, Nicholas Saputra, Atau Aan Mansyur? Ini masalah penting, jangan sampai hal di luar teks menjadi lebih penting daripada teks itu sendiri.

Ada baiknya juga jangan baca cerpen-cerpen Kompas. Ia akan membingungkanmu. Bukan, sekali lagi bukan karena ia ditulis oleh sastrawan sosialita, karena kamu akan sekali lagi mengalami dilema. Dimuat di Kompas tidak serta merta membuat karyamu bermutu, ia hanya tanda bahwa redaktur yang beberapa kali memuat cerpen dengan dugaan plagiat itu barangkali sedang tak lagi menerima kiriman cerpen dari penulis favoritnya.

Kamu tahu? Masalah besar dari bacaan kita, fiksi ataupun non fiksi, adalah mengira dengan diundang dalam acara sastra atau dimuat di koran besar menandakan karyamu bermutu. Tapi itu tidak benar, itu juga tidak salah, tapi ya jangan naif-naif begitu. Terlampau banyak penulis baik, bermutu, dan menulis dengan benar ogah mengirim karya mereka ke media itu karena alasan kuratorial yang buruk.

Karena Ramadahan adalah bulan yang baik, maka ada baiknya kita memulai dengan yang baik-baik. Membaca pun yang baik-baik bukan yang mengajak kepada kebencian. Atau bahkan permusuhan, entah pada  suku, etnis, atau bahkan idiologi. Bulan yang penuh rahmat ini semestinya kita berbagi kebaikan dengan membagi bacaan yang membuat ahlaq kita lebih baik.

12

Platform – Michel Houellebecq

Lupakan Taufiq Ismail, karena Houellebecq (dibaca Welbek) akan membawa kita kepada altruisme sejati. Penyair dan penulis novel ini dengan piawai membuat anda jengah, marah, dan tentu saja sesekali memaki. Houellebecq mengajarkan kita bahwa kerumunan mesti dicurigai, ia tidak pernah jujur, dan untuk itu mesti selalu dikritik.

Novel Platform bercerita tentang seorang pamong praja yang menjalani liburan seks di negara dunia ketiga. Novel ini asik dibaca ketika puasa, sembari melatih mengendalikan nafsyu syahwat kita. Kebencian Houellebecq terhadap islam, perempuan, dan tentu saja otoritas moral bisa jadi membuat kita jadi pribadi yang lebih ikhlas menjalani ibadah puasa ini.

In my life, I had known suffering, oppression, anxiety; I had never known boredom. I could see no objection to the endless, imbecile repetition of sameness.

14743

The God Delusion – Richard Dawkins

Anda boleh percaya bahwa tuhan tidak ada, tapi percayalah gemini bisa setia. Anda boleh percaya bahwa agama itu karang-karangan manusia, tapi pak Dawkins ini semestinya lebih banyak menulis tentang biologi ketimbang tentang tuhan. Tapi hei, bukankah kita semua begitu? Mengaku benci dan putus dengan mantan, tapi terus menerus membicarakannya.

The God Delusion mungkin susah dibaca bagi orang-orang dengan batok kepala berisi bungkus lemper. Tapi buku ini benar-benar memberikan argumen yang baik mengapa kita perlu percaya bahwa konsep tentang tuhan itu cuma akal-akalan manusia di jazirah arab. Jika anda marah membaca buku ini, maka tahanlah. Niscaya pahala puasa anda akan berlipat-lipat, seperti populasi laba-laba di Siberia.

Do not indoctrinate your children. Teach them how to think for themselves, how to evaluate evidence, and how to disagree with you.

51Gk+OrWOqL

Tales of Ordinary Madness – Charles Bukowski

Jika anda pemabuk dan belum menemukan hidayah untuk bertaubat di bulan yang suci ini, maka saya sarankan anda untuk tidak membaca buku ini. Buku ini baiknya dibaca oleh mereka yang belum pernah minum alkohol. Setidaknya dengan membaca buku ini mereka bisa membayangkan betapa pikiran pemabuk bisa sedemikian rapi, mengerikan, tapi di satu sisi jujur.

Buku ini adalah kumpulan cerita. Ditulis dengan intensitas dan kepadatan yang bisa dibayangkan oleh mereka yang minum satu gelas vodka dengan sekali teguk. Mengapa ini bagus dibaca ketika ramadhan? Karena ia mengajarimu untuk menyadari kedhaifan diri. Bahwa kamu tidak signifikan, sepele, dan semenjana. Atau dalam bahasa Bukowski

Beauty is nothing, beauty won’t stay. You don’t know how lucky you are to be ugly, because if people like you, you know it’s for something else.

23399025

The Seven Good Years – Etgar Keret

Sebagai muslim kerap kali kita diajarkan untuk membenci orang yahudi tanpa alasan. Well, mungkin alasan yang kita tidak pernah tahu asal mulanya. Mereka mengajarkan kepada kita bahwa Yahudi akan mengajak kita pada keburukan dan tak akan pernah berhenti sampai kita ikut mereka. Kamu tahu? Saya pikir ini benar, untuk itu daripada kabur mending sekalian kita lawan mereka.

Cara terbaik untuk mengenal musuh kita adalah mencari tahu kehidupan mereka. Etgar Keret, menulis dengan baik bagaimana seorang yahudi hidup di Israel. Ia mungkin membuat kita menyadari bahwa orang yahudi, seperti juga muslim, hidup dengan keseharian yang membosankan. Bekerja, merawat anak, bicara tentang politik, dan sejenisnya. Yang membedakan adalah kita muslim pasti masuk sorga, sementara orang yahudi tidak. Pasti tidak. Pokoknya tidak.

He tells them that there is a line that separates killing bugs from killing frogs, and that no matter how hard it is, that line must never be crossed.

d8d79e447860d8a6fd3e49c6db0828d2

Almost Transparent Blue – Ryū Murakami

Ini Murakami yang lain. Jadi sebelum berpikir apakah ini Murakami yang itu, bukan, ini bukan yang itu. Ini jauh lebih muram, gelap, dan depresif. Sesuatu yang baik dibaca ketika puasa. Mengapa? Tentu agar kita bersyukur tidak menjadi seperti tokoh dalam cerita ini. Membuat kita belajar bahwa jadi manusia itu jangan suka ngeluh, apalagi suka ngomongin orang.

Jangan berharap ada cerita tentang hewan yang bicara atau anak muda tanggung yang gandrung pada The Beatles. Bayangkan membaca 120 days of Sodom dengan seting sebuah pangkalan militer di Jepang. Tambahkan alkohol, narkoba, dan juga sadisme. Maka jauhilah zina dan bacaan yang tidak bermutu, karena yang pertama menambah dosa, sementara yang kedua membikin kita jadi pandir.

Yeah, he’d said, maybe it’s just my idea, but really it always hurts, the times it don’t hurt is when we just forget, we just forget it hurts, you know, it’s not just because my belly’s all rotten, everybody always hurts. So when it really starts stabbing me, somehow I feel sort of peaceful, like I’m myself again.

Mandasia_Still

Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi – Yusi Avianto Pareanom

Puasa bagi orang medioker semacam saya cuma perkara menahan lapar. Bagi orang yang mudah lapar bagi saya perlu ada kompensasi ketika saya mesti tidak makan sepanjang siang. Tapi buku ini bukan soal makanan, bukan pula tentang silat, apalagi tentang silsilah keluarga kerajaan. Ini buku dongeng yang membuktikan bahwa sebuah kisah akan enak dibaca dan baik disimak jika ditulis dengan disiplin tinggi.

Efek samping membaca ini barangkali adalah keinginan besar untuk memamah daging sapi. Entah steak, sate, atau bahkan sekedar rendang. Di sisi lain kita bisa dibikin geli dengan banyaknya diksi gurih yang hanya bisa dirasakan dengan membaca sendiri. Oh tidak, saya tidak akan memberikan kutipan buku ini. Enak amat. Buku ini mesti anda baca sendiri.

——–

Sebenarnya masih ada buku lain yang mesti anda baca. The Origin of Communism karangan Thomas Darwin. Buku ini membahas tentang pemikiran komunisme sejak masa Aristoteles hingga Socrates. Membedah genealogi matrealisme yang dapat menyebabkan ateisme dan juga kaitannya dengan bahaya laten liberalisme. Saya sendiri belum pernah baca, maklum, konon buku ini hanya bisa dibaca oleh mereka yang percaya ramalan Jayabaya. Sayang, buku ini tak pernah bisa masuk ke Indonesia karena TAP MPR yang melarang berkembangnya pemikiran komunisme dan sosialisme.

2 COMMENTS

  1. Dari keenam buku itu, aku baru baca yang terakhir. Kelima buku yang lainnya itu apakah sudah ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here